Anak muda dan mode, adalah dua hal yang berkaitan. Jiwa anak muda yang bebas dan ekspresif, menuntut berbagai perubahan. Tak dipungkiri bahwa peran anak muda dalam goresan sejarah bangsa ini, cukup menggambarkan jiwa yang bebas. Semangat dan jiwa yang penuh dinamika menjadi sumber inspirasi berbagai pihak, termasuk penyedia jasa transportasi.
Pertumbuhan pengendara sepeda motor di negara ini semakin meningkat, kebutuhan akan transportasi yang ekonomis, murah dan ramah lingkungan menjadi kian terasa. Ditambah dengan menipisnya kepercayaan masyarakat akan pelayanan transportasi publik yang nyaman dari pemerintah. Sepeda motor dianggap solusi pemecahannya, moda transportasi ini, selain ekonomis, lebih hemat, mudah dan lincah digunakan.
Semakin sengitnya persaingan, membuat para produsen harus jeli memilih segmen. Anak muda merupakan segmen yang menjanjikan, celah ini belum banyak dilirik orang. Selama ini, belum banyak perubahan dari bentuk sepeda motor, segmennya pun terbatas gender, pria dan wanita, dan anak muda terbatas pada dua pilihan tersebut.
Sering kita jumpai motor-motor hasil rakitan “pabrik” sendiri, berbagai modifikasi yang mereka lakukan menunjukkan jiwa-jiwa eksploratif, yang terkadang salah tempat. Banyak sepeda motor modifikasi yang sama sekali tidak layak, misalnya ukuran ban yang tidak sesuai standart keamanan, kaca spion yang terlalu kecil, knalpot yang bising dan mencemari lingkungan, dan banyak lagi hasil “kretifitas” yang salah tempat.
Mungkin mereka tidak bermaksud membahayakan diri sendiri. Jika ditanya, sebagian besar alasan mereka adalah faktor gaya dan gaul. Penerimaan di lingkungan pergaulan menjadi penting bagi remaja. Telah banyak orang tua yang mempercayakan anaknya unutk memiliki sepeda motor. Namun, sedikitnya pilihan yang terasa pas bagi selera remaja dan jiwa mereka yang ekspresif mendorong remaja unutuk “menciptakan “ motor yang pas dengan seleranya.
Sepeda motor yang dinamis, trendy, ekonomis, dan ramah lingkungan dapat menjawab masalah ini. Dinamis, yang sesuai dengan karakter remaja. Maksudnya, pengemasan dan penciptaan citra motor yang sesuai segmen. .
Dengan berbagai inovasi bentuk, mesin, dan penciptaan citra yang sesuai dengan pasar. Jangan sampai, sepeda motor ini hanya bertahan setahun dua tahun, selanjutnya tidak dipilih orang karena banyaknya produsen yang mampu mengadopsi konsep serupa, tapi tak sama. Mereka mengadopsi konsep yang sama, dan mampu mengkoreksi kekurangan.
Sebagian besar remaja msih bergantung dengan orang tuanya. Pemilihan jenis dan model sepeda motor juga bergantung pada kemampuan ekonomi orang tua. Kenaikan berbagai harga kebutuhan, makin mendesak ekonomi keluarga, Anak muda yang masih sekolah atau yang belum mandiri akan bergantung sepenuhnya pada orang tua. Penciptaan citra motor yang ekonomis dan bermutu akan menarik minat konsumen
Inovasi mesin harus mempertimbangkan berbagai aspek, diantaranya aspek keselamatan. Pertumbuhan pengendara motor yang terus meningkat tidak diimbangi dengan bertambahnya jalan. Sepeda motor bukan mesin pembunuh, angka kecelakaan di jalan raya tergolong tinggi, sebagian besar adalah sepeda motor. Inovasi mesin dengan kecepatan tinggi tidak seimbang dengan kelihaian masyarakat mengendarai.
Pada jam-jam sibuk, terlihat jelas sepeda motor begitu dominan. Orang cenderung tergesa dan egois. Motor dengan kecepatan tinggi akan berbahaya bagi motor lain apabila psikologis pengendara dalam keadaan tergesa.
Motor yang sporty, trendy dengan berbagai pilihan warna, kecepatan yang sedang, dan technology terbaru yang fungsional, seperti spedometer digital. Kenyataannya, tidak hanya anak muda yang memilih motor ini, tapi juga masyarakat umum. Terlihat, bahwa menciptakan motor-anak muda tidak menutupi sekat pangsa pasar.
Fenomena motor matic yang belakangan melanda negeri ini memberi gambaran bahwa, sepeda motor telah melintasi sekat gender. Motor matic dan motor bebek diciri khas kan sebagai motor wanita. Tapi pada nyatanya, kaum lelaki juga menyukai bentuk dan model motor jenis ini.
Motor matic mengingatkan kita pada bentuk vespa yang puluhan tahun lalu populer. Berarti, produsen yang jeli, mampu melihat celah inovasi jenis sepeda motor.
Berbekal technology baru dan sejumlah modifikasi, terciptalah vespa baru. Terbentuk vespa dengan gaya dan technology baru, remaja laki-laki pun ikut menggunakannya. Mereka yang merasa kurang maskulin, memodifikasi motor ini sesuai keinginan mereka.
Lagi-lagi kejelian produsen diperlukan, maka terciptalah disain dan pilihan baru bagi mereka. Berbagai produsen berlomba menciptakan disain terbaik, tak jarang artis-artis muda dipilih menjadi ikon produknya. Hal ini dimaksud unutk memberi sugesti remaja, bahwa motor itu pas dengan gaya anak muda.
Berbagai inovasi baru juga menuntut produsen untuk lebih ramah lingkungan. Anak muda sebagai generasi penerus memegang peran penting menjaga lingkungan hidup. Pemanasan Global tengah hangat diperbincangkan, berbagai perdebatan akan hal ini terus berjalan. Sebagai penerus, anak muda harus membangun citra positif memperbaiki lingkungan hidup.
Emisi gas buang kendaraan bermotor dituding jadi salah satu biang penyebab masalah ini. Berbagai cara telah diupayakan unutk mengurangi pemanasan global, namun jika masyrakat umum dan remaja pada khususnya tidak ikut bertindak, hasilnya akan nihil. Menciptakan sepeda motor yang ramah lingkungan jadi salah satu solusi.